Kamis, 26 November 2015

TARI TANDANG MENDET



                                                       TARI TANDANG MENDET




Tari Tandang Mendet berdiri pada tahun 1428 sesuai dengan berdirinya Desa Sembahulun yang didirikan oleh Nek Kertanegara selaku Prabekel(Pimpinan Adat Sembahulun)  sebagai peringatan dan rasa syukur atas keberhasilan yang diperoleh.Tari Tandang Mendet berasal dari kata “Mendet” yang artinya kegembiraan atau keberhasilan penduduk Desa Sembahulun dalam memperjuangkan dan mempertahankan bibit padi merah dari berbagai macam hama tanaman dan peperangan melawan jin  jin jahat


Dengan keberhasilan memenangkan beberapa peperangan tersebut maka diciptakanlah sebuah tari kegembiraan oleh Nek Kertanegara yang bertempat dirumah Adat Berugak Reban Bande Desa Sembalun Bumbung di tempat pelaksanaan upacara adat Ngayu  Ayu.Tari Tandang Mendet terdiri dari 7 penari tombak,satu orang  pembawa tulup dan satu orang pembawa tameng dan pedang  berarti jumlah personil penari tandang mendet adalah Sembilan orang atau bisa juga 9 orang pembawa tombak sehingga jumlah penarinya menjadi sebelas orang.
Sedangkan  penari pembawa tameng menggambarkan seorang pimpinan atau panglima perang dan pembawa tulup menggambarkan seorang patih dari pemimpin perang.Sedangkan penari pembawa tombak lainnya merupakan prajurit perang . Tarian ini diiringi oleh music tradisional yaitu:

a.  Tembang Pangkureong:“Pangku”r berarti tembang pahlawan dan” Reong” berarti langkah singa yang melambangkan keberanian prajurit.
b.  tembang Pengrum –Rum artinya melambangkan hubungan manusia dengan lingkungan dan Alam sekitarnya,manusia dengan manusia dan hubungan manusia dengan penciptanya atau Tuhan Yang Maha Esa.
c.  Gendang Beleq
Gerakan tari tandang mendet dibagi menjadi 2 jenis gerak tari antara lain:
a.  Tari Penembung maksudnya melepas doa – doa / mantra – mantra untuk memperingati mahluk – mahluk yang ada di lingkungan tanah Sembahulun
b.  Tari Tombak yang dimainka oleh prajuritnya

Makna – makna gerakan pada tari tandang mendet :

1.  pembawa tameng keluar lebih dahulu dan memainkan tameang dan pedang yang dibawanya,yang mengandung makna :
a.  bahwa Bumi Sembahulun belum ada penduduknya
b.  Ayunan pedang keatas lurus mengandung makna bawa tuhan yang maha esa
c.  Ayunan pedang ke bawah (kebumi) mengandung makna bahwa manusia berasal dari tanah dan akan kembali kepada tanah
2.  Pembawa tulup melambangkan ketatnya pengawalan terhadap pimpinan dalam mempertahankan alam dan linagkungannya
3.  Gerakan tari secara kolektif bisa dibagi menjadi beberapa gerakan antara lain:
a.  Gerakan segitiga dari pembawa tombak melambangkan tujuh pasang suami istri yang hidup pada waktu itu yang bertempat tinggal di Desa Belek Sembahulun.
b.  Gerakan baris dua lurus berbanjar melambangkan keselamatan duni dan akhirat
c.  Baris satu lurus di depan dan baris sati lurus di belakang melembangkan bahwa dari zaman dahulu hingga zaman kapanpun bahwa pulau Lombok itu tetap lurus,polos dan jujur(Lombok Buaq)
d.  Gerakan kerucut melambangkan bahwa Gunung Rinjani adalah sumber mata air sepulau Lombok dan melambangkan bahwa kehidupan manusia itu ada di tiga alam yaitu alam kandungan, alam dunia dan alam akhirat.
e.  Langkah silang melambangkan bahwa kesatuan dan persatuan perajurit dalam mempertahankan keamanan dan kemakmuran masyarakat.
f.   Gerakan satu baris lurus memanjang melambangkan bahwa pulau Lombok adalah bumi yang masyarakatnya polos ,lurus  dan jujur dalam menjalankan Syariat Agama Islam.
g.  Erakan bundar melambangkan kesatuan persatuan semua pihak ,kedamaian ,kesabaran,satu tujuan,satu keyakinan yaitu percaya kepada tuhan yang maha esa.sedangkan gerakan pembawa tameng mengelilingi prajurit di saat barisan bundar maksudnya melambangkan kegigihan pimpinan dalam melindungi dan menganyomi masyarakatnya serta lingkungannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar