Rabu, 25 November 2015

KERAJINAN DESA LOYOK


                                                        KERAJINAN DESA LOYOK

                                                  


Loyok adalah sebuah desa di wilayah Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Desa Loyok terdiri dari 5 dusun, yaitu Dusun Loyok, Dusun Mangkling, Dusun Ajan, Dusun Lelupi, dan Dusun Wengkang.
Desa Loyok sekitar 5 Kilo meter dari Tetebatu, merupakan salah satu desan dengan sentra industri kerajinan di Lombok Timur, terdapat beberapa jenis sentra Industri kerajinan di Desa Loyok seperti kerajinan bambu, rotan, kerajinan kayu dan beberapa kerajinan yang unik buah karya dari para pengrajin desa Loyok.


Di Desa Loyok terdapat banyak arts shop yang menjual hasil kerajinan dari para pengrajin, dimana pengunjung dapat membelinya dengan harga terjangkau.
Pembuatan anyaman bambu terletak di desa Loyok. Desa Loyok terletak di kecamatan Sikur, sekitar 14 km dari kota Selong dan dapat dijangkau dengan sarana transportasi umum. Sebagian besar warga desa loyok berprofesi sebagai perajin anyaman bambu, dan dari tangan-tangan trampil mereka dihasilkan berbagai macam produk anyaman bambu seperti tas, hiasan dinding, tatakan gelas, piring, asbak, hiasan lampu dan lain sebagainya. Selain dapat digunakan untuk keperluan sehari-hari, produk anyaman bambu desa Loyok juga dapat dijadikan sebagai cinderamata


Karena nilai seni dan keunikannya kita dapat menjumpai produk anyaman bambu desa Loyok menghiasi kamar-kamar hotel berbintang dan kantor-kantor juga telah berhasil menembus pasar ekspor. Kerajinan bambu bukan sesuatu yang baru lahir melainkan kekayaan budaya yang telah berusia hampir sama dengan keberadaan manusia. Dampak dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Penemuan plastik telah menggeser kedudukan bambu di masyarakat. Walaupun demikian kita harus menyadari bahwa pada kenyataannya manusia sebagai bagian dari alam tidak dapat melepaskan diri dari alam sehingga upaya untuk mempertahankan kelangsungan hidup dan menggalakkan kerajinan bambu perlu terus dilestarikan.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar