Jumat, 09 Oktober 2015

DESA ADAT BAYAN LOMBOK UTARA


                                             

                                                                DESA ADAT BAYAN


       

                                                         



Bayan adalah sebuah daerah yang terletak di Pulau Lombok, terhampar di kaki Gunung Sangkareang. Daerah ini dikenal sebagai pemukiman asli suku Sasak yang masih setia kepada adat tradisi leluhur hingga saat ini. Hal ini dapat dilihat dari arsitektur bangun mereka yang masih sangat sederhana.

Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Wilayah ini membentang dari kaki Gunung Sangkareang yang merupakan gugusan Gunung Rinjani hingga ke pantai utara. Lokasinya merupakan salah satu rute untuk mendaki Gunung Rinjani yang dikenal dengan Plawangan Senaru .

Mata pencaharian penduduk Bayan umumnya berprofesi sebagai petani yang menghasilkan beras, sayuran, kelapa, buah-buahan, bawang merah dan bawang putih yang menjadi andalan.

Kebiasaan hidup masayarakat Bayan sangat erat kaitannya dengan prinsip-prinsip yang ditetapkan dalam adat istiadat dan masih digenggam erat hingga saat ini. Bayan memiliki pemukiman dengan beberapa rumah adat yang berbeda antara penduduk umum dan pemangku adat. Di Kampu (area peruntukan bagi para pemangku kepentingan adat) ada beberapa rumah tradisional yang yang dibagi dan diberi nama sesuai dengan fungsi, sifat atau profesi. Wilayah Kampu merupakan wilayah yang disucikan, tidak sembarangan orang bisa masuk ke wilayah ini.

Di Desa Bayan Beleq terdapat Masjid Bayan, masjid tertua di Pulau Lombok yang menjadi daya tarik paling dicari baik oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.terutama ketika acara adat dilaksanakan,seperti Maulid Adat dan Lebaran Adat.

Masjid ini dibangun oleh Syeh Gaus Abdul Razak pada abad ke-16. Masjid ini memiliki bentuk persegi dengan tinggi dinding sekitar 125 cm. dinding terbuat dari anyaman bambu yang berdiri di atas batu fondasi setinggi pinggang orang dewasa. Atap berbentuk seperti meru dan di atasnya terdapat hiasan kayu yang berbentuk seperti mahkota.

Di depan masjid, tepatnya di sisi utara pintu masjid, ada gentong yang didudukan dan diikat di pohon Kamboja. Fungsi gentong ini untuk menampung air wudhu

Saat memasuki masjid, Anda harus sedikit membungkuk. Di dalam masjid, Anda akan melihat lantai dari tanah, dan bedug besar berumur tua yang masih terjaga dengan baik. Empat pilar masjid melambangkan kesatuan empat desa yang memberikan kontribusi dalam membangun masjid.

Anda juga bisa melihat dua dekorasi dalam bentuk ikan dan burung di atas pilar-pilar. Setiap dekorasi memiliki arti tersendiri. Ikan merupakan makhluk yang hidup di air dan memiliki arti sebagai kehidupan yang lebih rendah/duniawi. Sementara burung digambarkan sebagai kehidupan setelah kematian. Artinya adalah bahwa setiap manusia beriman harus dapat menyeimbangkan duniawi dan kehidupan surgawi. Selain itu, Anda juga bisa melihat dekorasi dalam bentuk pohon od, telur, ayam dan naga di atas altar. Di dalam tubuh naga ada tiga burung yang mewakili tiga pondasi asal dari kejadian ,yaitu menganak,meteluk dan metiok yaitu lahir,bertelur dan tumbuh.


Beberapa upacara adat di Bayan merupakan acara
 tradisi secara turun temurun ,ritual tersebut terus dilaksanakan sampai saat ini seperti acara maulid adat,lebaran adat,dan acara acara lainnya.Bentuk Rumah adat yang terbuat dari kayu beratap alang alang,berdinding bedek .diatur berjajar di kanan dan kiri,dan ditengah di buat berugak atau gazebo bertiang enam yang disebut sekenem yang fungsinya tempat menerima tamu dan untuk melaksanakan upacara adat lainnya sepaerti upacara adat hurip/gawe urip dan gawe pati.


Ada beberapa event yang sangat menarik dalam acara adat yang dilaksanakan di Bayan seperti Maulid Adat dan Lebaran Adat .Acara ini dilaksanakan pada bulan bulan rabi'ul awal,untuk merayakan maulid Nabi Muhammad saw,yang dilaksanakan sangat kental dengan adat setempat,sehingga upacaranya menjadi sangat unik.Lebaran Adat dilaksanakan pada bulan syawal ,yaitu 3 hari setelah Hari Raya Idul Fitri ,merupakan acara yang rutin dilaksanakan di Bayan.










Tidak ada komentar:

Poskan Komentar