Selasa, 20 Oktober 2015

Busana Adat Sasak Untuk Pria

SEKILAS TENTANG MAKNA BUSANA ADAT SASAK UNTUK PRIA

1-Sapuq/Sapuk (batik, pelung, songket): Sapuk merupakan mahkota bagi pemakainya sebagai tanda kejantanan serta menjaga pemikiran dari hal-hal yang kotor dan sebagai lambang penghormatan kepada Tuhan yang maha esa. Jenis dan cara penggunaan sapuq pada pakaian adat sasak tidak dibenarkan meniru cara penggunaan sapuq untuk ritual agama lain.

2-Baju Pegon (warna gelap): Pegon merupakan busana pengaruh dari jawa merupakan adaptasi jas Eropa sebagai lambang keanggunan dan kesopanan. Modifikasi dilakukan bagian belakang pegon agak terbuka untuk memudahkan penggunaak keris. Bahan yang digunakan sebaiknya berwarna polos tidak dibuat berenda-renda sebagaimana pakaian kesenian.

3-Leang/dodot/tampet (kain songket): motif kain songket dengan motif subahnale, keker, bintang empet dan lain-lain, bermakna semangat dalam berkarya pengabdian kepada masyarakat.

4-Kain dalam dengan wiron/cute: bahannya dari batik jawa dengan motif tulang nangka atau kain pelung hitam. Dapat juga digunakan pakain tenun dengan motif tapo kemalo dan songket dengan motif serat penginang. Hindari penggunaan kain putih polos dan merah. Wiron/Cute yang ujungnya sampai dengan mata kaki lurus kebumi bermakan sikap tawadduk-rendah hati.

5-Keris: Penggunaan keris disisipkan pada bagian belakang jika bentuknya besar dan bisa juga disisipkan pada bagian depan jika agak kecil. Dalam aturan pengunaan keris sebagai lambang adat muka keris (lambe/gading) harus menghadap kedepan, jika berbalik bermakna siap beperang atau siaga. Keris bermakna: kesatriaan-keberanian dalam mempertahankan martabat. Belakangan ini karena keris agak langka maka diperbolehkan juga menyelipkan “pemaja” (pisau kecil tajam untuk meraut).

6-Selendang Umbak (khusus untuk para pemangku adat): Umbak adalah sabuk gendongan yang dibuat dengan ritual khusus dalam keluarga sasak. Warna kain umbak putih merah dan hitam dengan panjang sampai dengan empat meter. Dihujung benang digantungkan uang cina (kepeng bolong). Umbak sebagai pakaian adat hanya digunkan oleh para pemangku adat, pengayom masyarakat. Umbak untuk busana sebagai lambang kasih sayang dan kebijakan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar