Senin, 08 Februari 2016

PAKAIAN TRADISIONAL SUKU SASAK BAYAN



                                   PAKAIAN TRADISIONAL SUKU SASAK BAYAN






Pakaian tradisional merupakan salah satu identitas suatu daerah yang membedakan prilaku budaya di suatu tempat dengan tempat lainnya. Setiap suku bangsa di Indonesia memiliki pakaian tradisional yang menjadi identitas masing masing daerah dengan keunikannya, demikian pula halnya dengan masarakat suku sasak yang ada wilayah Bayan Kabupaten Lombok Utara,Provensi Nusa Tenggara Barat .Pakaian khas masyarakat tradisional Bayan Kabupaten Lombok Utara disebut dengan nama Tenun Bayan yaitu kain tenun hasih buah karya masyakat setempat yang disebut kain sesekan. Tenun Bayan ini terdiri dari beberapa jenis kain sesekan/tenun,antara lain sebagai berikut:

1-Londong Abang yaitu kain tenun dengan warna dasar merah muda dengan ornament garis berwarna hitam dan kuning. Kain jenis ini biasa dipakai oleh Kiayai Adat Bayan dan wanita-wanita Bayan yang berasal dari golongan bangsawan dan keturunan Kiyai Adat Bayan.

2-Kereng Pisak adalah kain tenun yang dibuat dengan bahan dasar bernang berwarna putih dengan ornament hiasa berupa garis lurus yang dibuat dari benang berwarna putih keabu-abuan. Kain ini biasanya digunakan oleh golongan Kiyai Pengulu, Kiyai Lebe, Kiyai Ketib dan Kiyai Mudim.

3-Rejasa yaitu kain panjang yang ditenun khusus untuk para Kiyai dengan warna dasar merah kecoklat-coklatan dengan ornament garis berwarna putih abu-abu. Rejasa biasa digunakan sebagai ikat pinggang oleh pranata adat Bayan, baik laki-laki ataupun perempuan.

4-Sapuk yaitu kain berwarna putih dan kain yang dibuat dengan berbagai bentuk ornament hiasa batik khas Lombok. Sapuk berwarna putih khusus digunakan oleh Kiyai Adat sedangkan Sapuk yang bercorak batik digunakan sebagai ikat kepala oleh seluruh warga Bayan dan umumnya digunakan oleh seluruh masyarakat Lombok pada saat pelaksanaan tradisi-tradisi adat sasak Bayan.

5-Jong yaitu kain tenun yang dibuat berupa sebuah topi panjang. Jong merupakan topi panjang yang terbuat dari ahan dasar benang tenun berwarna merah dengan ragam hias berbebentuk belah ketupat berwarna putih, kuning, dan hijau. Jong merupakan pakaian penutup kepala yang khusus dipakai oleh paranata adat wanita Bayan yang biasanya berasal dari golongan bangsawan dan golongan kiyai. Jong biasanya digunakan pada saat dilaksanakannya tradisi Maulid Adat dan Lebaran Adat pada masyarakat Bayan.

6-Sampur Rujak Belimbing yaitu kain tenun berupa selendang yang terbuat dari bahan benang dengan warna dasar kuning dengan ornament garis hias berwarna merah muda, ping dan merah kecoklat-coklatan. Sampur Rujak Belimbing ini biasa digunakan oleh wanita Bayan yang berasal dari golongan bangsawan dan keturunan golongan kiyai. Kain selendang ini biasanya digunakan pada saat dilaksanakannya tradisi Maulid Adat dan Lebaran Adat pada masyarakat Bayan dan pelaksanaan Gawe Adat Gama.



7-Lipaq adalah kain tenun yang dibuat dengan warna dasar jingga/ping tanpa ada garis hias sebagai ornamennya dan adapula yang dibuat dengan warna dasar kuning tanpa ornament hiasa. Lipaq difungsikan sebagai selendang oleh pranata adat wanita Bayan, terutama pada saat dilaksanakannya tradisi-tradisi adat Bayan.

8-Kombong Abang adalah kain tenun yang dibuat dari bahan dasar benang berwarna merah muda dengan ornament hiasa garis lurus yang terbuat dari benang berwarna abu-abu dan merah kecoklat-coklatan. Masyarakat Bayan biasa menggunakan Kombong Abang sebagai kelengkapan pakaian tradisionalnya, yaitu digunakan sebagai ikat pinggang.

9-Poleng Ragi Dayu adalah kain tenun yang dibuat dari benang berwarna dasar kuning dengan ornament hiasa berbentuk kotak-kotak berwarna kelabu, merah muda, kuning kehijau-hijauan dan merah kehitam-hitaman. Jenis kain ini bisa dipakai oleh siapapun.

10-Songket Poleng adalah kain songket yang dibuat dengan benang tenun berwarna dasar merah muda dengan ornament hiasa berupa kotak-kotak berwarna merah kehitam-hitaman dan dalam beberapa kotak terdapat ragam hias berbentuk punden berundak lima yang terbuat dari benang berwana putih. Jenis kain ini bisa dipakai oleh siapapun.

11-Ragi Rajek adalah kain tenun yang dibuat dari benang dengan warna dasar merah kehitam-hitaman dengan ornament hias berupa garis lurus yang terbuat dari benang berwarna biru, putih, dan merah muda yang membentuk kotak-kotak. Jenis kain ini bisa dipakai oleh siapapun.

12-Kesial Kuning adalah kain tenun yang dibuat dengan benang berwarna dasar kuning dengan ragam hiasa garis lurus membentuk kotak-kotak berwarna ungu dan piolet. Jenis kain ini bisa dipakai oleh siapapun.

13-Rujak Berune adalah kain tenun yang terbuat dari benang berwarna dasar merah maron dengan ragam hias berupa garis lurus berwarna putih. Jenis kain ini bisa dipakai oleh siapapun.
Inilah gambaran singkat dari beberapa jenis kain tenun yang dijadikan sebagai pakaian tradisional oleh masyarakat Suku Sasak Bayan dalam kehidupan social budayanya.Pakaian tradisional Bayan masih tetap digunakan hingga sekarang,terutama pada saat pelaksanaan tradisi-tradisi adat dan Gawe Adat Gama.Untuk pakaian adat kaum perempuan Bayan digunakan adalah Jong sebagai penutup kepala, Londong Abang sebagai kain, Rejasa sebagai ikat pinggang dan Sampur Rujak Belimbing sebagai selendang-nya.



Sedangkan Pakaian adat Bayan untuk kaum pria menggunakan Sapuk sebagai ikat kepala, Londong Abang sebagai kain, Rejasa sebagai ikat pinggangnya dan Kombong Abang sebagai selendangnya. Khusus untuk Kiyai Kagungan, mereka menggunakan Sapuk Putek sebagai ikat kepala, Kereng Pisak sebagai kain, Rejasa sebagai ikat pinggang dan Kombong Abang sebagai selendangnya.
Komonitas Penenun Bayan sampai sekarang masih tetap aktif memperoduksi kain tenun Bayan yang terdiri dari beberapa jenis kain untuk kepentingan masyarakat dan untuk tujuan komersil.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar