Rabu, 16 Maret 2016

KERAJAAN PEJANGGIK

                                                     KERAJAAN PEJANGGIK
                                         (Oleh : Lalu Husnul Yaqien Juniansyah)




Pada abad ke-4 M di Kutai (Tenggarong), Kalimantan Timur berdiri sebuah kerajaan Hindu dengan Rajanya bernama Kudungga. Menurut beberapa ahli sejarah, Kudungga adalah penduduk asli, kepala suku Kutai. Ia mengawini seorang putri dari Campa (Muangthai) keturunan Raja Bhadawarman. Karena cintanya yang kuat, Kudungga mengikuti agama istrinya, dan ketika anak lelakinya lahir dinamai Aswawarman, mengambil nama marga “Warman” dari leluhur mertuanya di Campa.
Selanjutnya Aswawarman berputra tiga lelaki yakni: Mulawarman beristana tetap di Kutai (Tenggarong), sedangkan kedua adiknya yakni Purnawarman mendirikan Kerajaan Tarumanegara di Jawa-Barat (dekat Bogor) dan Mauli Warmadewa mendirikan kerajaan Sriwijaya di Sumatra Selatan (dekat Palembang). Pada abad ke-10 salah seorang keturunan Mauli Warmadewa bernama Sri Kesari Warmadewa datang ke Bali, dan mengalahkan raja yang berkuasa saat itu: Sri Ratu Ugrasena yang dikenal dalam mitologi sebagai Mayadenawa.

Sri Kesari Warmadewa kemudian menobatkan diri sebagai Raja dengan gelar: Sri Wira Dalem Kesari. Selama kurun waktu hampir 100 tahun, dinasti Warmadewa memegang tampuk pimpinan, walaupun dibeberapa periode pernah direbut oleh Raja-Raja dari dinasti lain.Darma Udayana Warmadewa adalah keturunan Sri Kesari Warmadewa. Ia memerintah bersama-sama istrinya: Gunapria Darmapatni atau juga bernama Mahendradata, yakni putri Mpu Sindok, Raja Mataram (Jawa Tengah). Dari perkawinan ini mereka mempunyai dua anak lelaki yakni Erlangga dan Anak Wungsu. Anak Wungsu tetap di Bali menggantikan kedududkan ayahnya, sedangkan Erlangga pergi ke Jawa Timur dan pada tahun 1016 menikahi putri Darmawangsa (Raja Medangkemulan di Pasuruan). Pada tahun 1019 Erlangga menjadi Raja menggantikan mertuanya dengan gelar: Rakai Halu Sri Lokeswara Dharmawangsa Teguh Wikramottunggadewa.Adik Airlangga bernama Anak Wungsu kemudian menjadi raja di Bali menggantikan ayahnya. Karena Anak Wungsu tidak ada kaitan dengan keturunan arya di bali, maka di sini tidak diuraikan lebih lanjut.
Airlangga mempunyai putra mahkota dua orang; oleh karena itu kerajaan Kahuripan dipecah dua,

A-Kerajaan Kediri dipimpin Sri Jaya Baya/Sri Samarawijaya beribu kota di Daha dan memiliki putera bernama

1-Sri Dangdang Gendis
2-Sri Jaya Katowang ( yang memberontak kepada Singosari di zaman Prabu Kertanegara).
3-Sri Jayakatha

B- Kerajaan Jenggala dipimpin Sri Jaya Sabha/Mapanji Garasakan beribu kota di Kahuripan Sidoarjo.-memiliki putera bernama Adwaya Brahma yang menjadi seorang Mahamenteri pada masa pemerintahan Prabu Kertanegara di Singosari yang menikah dengan Dara Jingga,

Pada prasasti Padangroco tertulis bahwa, arca Amoghapasa dikawal dari Jawa oleh 14 orang, termasuk Adwayabrahma yang ditulis paling awal. Adwayabrahma sendiri menjabat sebagai Rakryan Mahamantri pada pemerintahan Prabu Kertanagara. Pada zaman itu, jabatan ini merupakan jabatan tingkat tinggi atau gelar kehormatan yang hanya boleh disandang oleh kerabat raja.karena Adwayabrahman adalah merupakan kerabat raja Singosari yang berasal dari Kerajaan Kesari yang bergelar Sri Jayasabha adalah adik dari Prabu Jayabaya Raja Kediri,istilah “Dewa” dalam Pararaton adalah jabatan Rakryan Mahamantri pada sebuah Kerajaan.Dara Jingga adalah putri dari Srimat Tribhuwanaraja Mauliawarmadewa, raja Kerajaan Dharmasraya dan juga merupakan kakak kandung dari Dara Petak. Dara Jingga memiliki sebutan Sira Alaki Dewa, dia yang dinikahi orang yang bergelar Dewa,oleh sebab itu maka Dara Jingga dinikahi oleh Adwaya Brahman yang disebut juga dengan nama Sri Jayasabha.Adwaya Brahman adalah pembesar Shingoshari dan pada zaman Kerajaan Majapahit juga berpangkat “Maha Menteri”.memperistri Putri Dara Jingga yang dalam lontar Arya Damar disebutkan : "Dara Jingga arabi Dewa Sang Bathara Adwaya Brahma yang selanjutnya menurunkan putra sebanyak enam orang laki-laki yaitu:
1-Sri Cakradara,( suami Tribuana Tunggadewi )
2-Arya Dhamar (yang disebut juga dengan Arya Teja alias Kiayi Nala yang melakukan exspedisi ke Lombok tahun 1343 M),
3-Arya Kenceng ( yang menurunkan raja Tabanan Bali },
4-Arya Kuthawaringin,
5-Arya Sentong
6--Arya Pudak

Dalam babad Arya Kenceng Tabanan disebutkan,Dara Jingga” dan adiknya “Dara Petak” (Putih), keadatangan Putri ini pada zaman Kerajaan Singhasari yaitu pada masa pemerintahan Sri Kerthanegara/Bathara Siwa tahun isaka 1190-1214 atau tahun (1268-1292 Masehi).Putri Dara Petak bergelar “Maheswari” diperistri oleh Sri Jayabaya atau Prabu Brawijaya I/Bhre Wijaya/Raden Wijaya, Raja Madjapahit pertama yang juga bergelar “Sri Kertha Rajasa Jaya Wisnu Wardana” pada tahun isaka 1216-1231 atau tahun (1294-1309 Masehi) yang selanjutnya menurunkan Prethi Santana/keturunan bernama “Kala Gemet” yang menjadi Raja Madjapahit kedua pada tahun 1309-1328 M, yang bergelar “Jaya Negara”. Sedangkan Putri Dara Jingga yang bergelar Indreswari atau Sri Tinuhanengpura (yang dituakan di Pura Singosari dan Madjapahit) diperistri oleh Sri Jayasabha yang bergelar Sri Wilatikta Brahmaraja I atau Hyang Wisesa. Sri Jayasabha adalah pembesar Singosari dengan pangkat “Maha Menteri”. Putri Dara Jingga dalam lontar dikenal, yang berbunyi: Dara Jingga arabi Dewa Sang Bathara Adwaya Brahma yang selanjutnya menurunkan putra sebanyak enam orang laki-laki yaitu: Sri Cakradara, Arya Dhamar (yang disebut juga dengan Arya Teja alias Kiyai Nala atau Adityawarman), Arya Kenceng, Arya Kuthawaringin, Arya Sentong dan Arya Pudak yang kemudian menjadi Penguasa/Raja Di Bali,dan putera puteranya Aditiyawarman menjadi Raja Kelungkung,Lombok dan Gowa.

Setelah itu Airlangga mengundurkan diri menjadi pendeta dengan bhiseka Rsi Jatayu.Dengan seorang gadis pegunungan Airlangga mempunyai putra bernama Sira Arya Buru (Arya Timbul). Arya Buru hanya mempunyai seorang anak perempuan bernama Nyi Gunaraksa, dikawini oleh Ki Pasek Tutuan, dengan syarat Ki Pasek Tutuan seketurunan menyembah roh Arya Buru.

Keturunan Erlangga yang datang ke Bali dan Lombok adalah: Sire Arya Buru, Sire Aryeng Kepakisan juga disebut Arya Kepakisan atau Nararya Kepakisan dan di Lombok dikenal dengan nama Bathara Indra Sakti( yang dilantik menjadi Raja Klungkung Bali oleh Gajah Mada tahun 1352 M), Sira Arya Kutawaringin, Sira Arya Gajahpara, Sira Arya Getas( salah satu keturunannya bernama Arya Sudarsana/Banjar Getas di Lombok ),sira Kebo Anabrang,Sira Arya Tunggul Nala ( yang dilantik oleh Gajahmada menjadi Raja Lombok tahun 1352 M ) ,Sira Arya Kertha Jala ( dilantik menjadi Raja Gowa ) Sira Arya Teja,dll
Sri Jaya Sabha Raja Jenggala dari cucunya  Aditiyawarman adalah putranya Adwaya Brahman dan Dara Jingga yang merupakan darah lurus dari Raja Erlangga dari dinasti raja raja Kesari memiliki tiga orang cucu buyut yang dilantik menjadi Raja di Klungkung Bali,Lombok dan Gowa yaitu

1-Sira Aryeng Kepakisan dilantik oleh Gajahmada menjadi patih agung di Puri Samprangan, sebagai tangan kanan raja Bali pertama yang diangkat oleh Majapahit pada tahun 1352 M yaitu Sri Aji Kresna Kepakisan yang dikenal dalam babad lombok dengan nama Bethara Indra Sakti .

2-Bethara Tunggul Nala yang dilantik oleh Gajahmada pada tahun 1352 M ketika Gajah Mada mengadakan inspeksi langsung ke Lombok menjadi Raja Lombok di Pelabuhan Kayangan Lombok .

3-Bethara Kertha Jala dilantik menjadi Raja Gowa ..

Jika kita kembali melihat Nama Arya Damar dikenal pada babad Arya Damar dari sekian versi babad tentang Arya Damar menyebutkan Arya Damar mempunyai nama lain yaitu Aditiyawarman,dan dalam babad Arya Kenceng di Tabanan Bali Arya Damar dikenal juga dengan nama Sira Arya Teja dan dikenal pula dengan nama Kiyai Nala. Dengan adanya nama Kiyai Nala yang mengadakan ekspedisi ke Lombok tahun 1343 M ,maka yang sebenarnya datang ke Lombok tersebut ialah Aditiyawarman sendiri yang bergelar Kiyai Nala,Di dalam babad Lombok disebutkan Kiyai Nala menjadikan tiga orang putera yang dijadikan sebagai Raja Klungkung Bali.Raja Lombok dan Raja Gowa.Dari sumber babad Erlangga,dikatakan bahwa Sri Krisna Kepakisan itu merupakan cucu buyut dari dari Sri Jaya Sabha raja Jenggala yang dilantik oleh Gajah Mada menjadi Raja Klungkung Bali pada tahun 1352 M.Dari sumber babad Lombok disebutkan Raja Klungkung Bali bersaudara dengan Raja Lombok dan Raja Gowa.Babad Lombok menyatakan bahwa Kiyai Nala dalam ekspedisinya ke Lombok tahun 1343 M menurukan tiga tokoh yang bersaudara tiga orang yang nantinya dilantik menjadi raja Klungkung Bali,Lombok dan Gowa oleh Gajah Mada tahun 1352 M.

Pada tahun 1343 M Aditiyawarman/ Kiyai Nala atau Sira Arya Teja atau di Bali lebih dikenal dengan Arya Dhamar/Adityawarman yang diberikan tugas untuk menaklukkan Nusantara bagian timur pulau Jawa , mengadakan ekspedisi ke Lombok dan menurunkan tokoh yang disebut Datu Besanakan Telu / Tiga Bersaudara yaitu :

(1)- Betara Mas Kerta Jala dilantik menjadi Raja Gowa
(2)- Betara Mas Indra Sakti/Aryeng Sri Krisna Kepakisan dilantik menjadi Raja Klungkung Bali,
(3) -Betara Mas Tunggul Nala dilantik menjadi Raja di Lombok.
.
Betara Mas Tunggul Nala menurunkan datu-datu Lombok seperti Bayan,
Selaparang Pejanggik.Langko,Sokong,Mambalan.
Betara Mas Tunggul Nala mempunyai dua orang putra yaitu

1.- Deneq Mas Muncul yang menurunkan datu-datu Bayan.Sokong dan Mambalan.
2.- Deneq Mas Putra Pengendengan Segara Katon mendirikan Kedatuan
Kayangan (Labuan Lombok) menurunkan datu-datu Selaparang dan Pejanggik yaitu

(a) Sri Dadelanatha,menjadi Datu Langko
(b) Deneq Mas Komala Dewa Sempopo menjadi Datu Pejanggik
(c) Deneq Mas Komala Jagat menjadi Datu Selaparang


KERAJAAN PEJANGGIK

A. BERDIRINYA PEJANGGIK

Selain kerajaan Selaparang yang memiliki jangkauan kekuasaan relatif luas di Gumi Sasak, terdapat pula kerajaanPejanggik. Di sisi lain, berdirinya kerajaan Pejanggik lebih disebabkan karena kerajaan Selaparang yang dianggap mampu mengayominya ternyata tidak mampu menjalin hubungan yang harmonis dengan wilayah sekitar. Maka kerajaan Pejanggikpun melepaskan diri dari Selaparang.Berbeda dengan Selaparang yang merupakan daerah pesisir,maka Pejanggik merupakan kerajaan yang berada di wilayah pedalaman. Kerajaan Pejanggik yang terletak di daerah pedalaman memang cenderung statis, akan tetapi kondisinya lebih tenang dan penuh dengan kewibawaan. Daerah kekuasaan Pejanggik meliputi pantai barat sampai pantai timur pulau Lombok, dari Belongas hingga Tanjung Ringgit.

Dalam ekspedisinya ke Lombok Kiyayi Nala yang sudah berusia 49 tahun saat itu,menjadikan puteranya yang bernama Bethara Mas Tunggul Nala menjadi Raja di Pelabuhan Kayangan Lombok,dan pada tahun 1352 M ketika Mahapatih Gajah Mada mengadakan inspeksi ke Lombok melatik Bethara Mas Tunggul Nala yang saat itu berusia 35 tahun menjadi Raja Lombok,dan puteranya Bethara Mas Tunggul Nala yang bernama Deneq Mas Muncul yang baru berusia 18 tahun dilantik menjadi Raja Bayan,dan adiknya Deneq Mas Muncul yang bernama Deneq Mas Pengendengan Segara Katon yang masih kecil pada waktu itu yaitu masih berumur 3 tahun tinggal bersama bapaknya di Labuhan Kayangan Lombok .Selama 40 tahun Bethara Mas Tunggul Nala memerintah 1352-1394 M,dan digantikan oleh Puteranya Deneq Mas Pengendengan Segara Katon yang pada waktu itu berusia 43 tahun,( 1394 -1417 M ),disebut Deneq Mas Pengendengan Segara Katon,karena setelah lahirnya Deneq Mas Muncul pada tahun 1334 M sampai tahun tahun 1349 M Deneq Mas Muncul belum juga memilki adik,maka Bethara Tunggul Nala mengadakan persembahan untuk meminta berkah dari Tuhan Yang Maha Esa dengan mengadakan upacara di pantai untuk memohon agar dikarunia anak lagi,dan permohonan tersebut dikabulkan dan lahirlah seorang putera pada tahun 1349 M yang dinamakan Deneq Mas Pengendengan Segara Katon.Pada tahun 1417 M Deneq Mas Pengendengan Segara Katon melepaskan jabatannya,dan digantikan oleh Puteranya Deneq Mas Komala Jagat ( 1417-1462 M ).yang nantinya Deneq Mas Komala Jagat mendirikan Kerajaan Selaparang.

Dalam usia 63 tahun ( tahun 1417 M) Deneq Mas Pengendengan Segara Katon pergi menyepi ke Rembitan bersama seorang puteranya yang masih kecil bernama Deneq Mas Komala Sempopo berusia 7 tahun.Selama 35 tahun melakukan Tapa Brata di Rembitan dan usia 98 tahun ( 1453 M ) Deneq Mas Pengendengan Segara Katon tutup usia,sesuai dengan keyakinan agama yang dianut pada waktu itu maka Deneq Mas Pengendengan Segara Katon dipelebon dengan upacara ngaben.Pada tahun 1458 M dan 5 tahun sesudah wafatnya Deneq Mas Pengendengan Segara Katon ,Deneq Mas Komala Sempopo mendirikan Kerajaan Pejanggik,yang mempunyai urutan pemerintahan sebagai berikut :
1-Deneq Mas Komala Dewa Sempopo ( 1458-1518 M ) 
2-Deneq Mas Komala Sari  ( 1518-1586 M )
3-Deneq Mas Unda Putih ( 1586-1649 M )
4-Deneq Mas Bekem Buta Intan Komala Sari. ( 1649-1667 M )
5-Maspanji Meraja Sakti ( 1667-1696 M )

Kakak Deneq Mas Bekem Buta Intan Komala Sari yang bernama Pemban Mas Aji Komala dilantik sebagai raja muda dan mewakili Gowa di Sumbawa pada tangga13 November 1648 M.Dan Maspanji Meraja Sakti Putranya Deneq Mas Bekem Buta Intan Komala dilantik menjadi Raja Pejanggik,pada tahun 1667 M dan seorang putranya lagi diangkat menjadi Mahamenteri bernama Maspanji Komala Patria, Sejak itulah tercatat bahwa kerajaan Pejanggik mulai mengalami perkembangan.

Jika kita melihat generasi Kerajaan Pejanggik terdapat Delapan Generasi yaitu:

1-Kiyai Nala /Aditiyawarman adalah generasi ke satu
2-Bethara Tunggul Nala generasi ke dua
3-Deneq Mas Pengendengan Segara Katon Generasi ke tiga
4-Deneq Mas Dewa Komala Sempopo Generasi ke empat
5-Deneq Mas Komala Sari Generasi ke lima
6-Deneq Mas Unda Putih generasi ke enam
7-Deneq Bekem Buta Intan Komala Sari Generasi ke tujuh
8-Maspanji Meraja Komala Sakti Generasi ke delapan

Apabila kita melihat dari ke delapan Generasi tersebut dapat ditentukan lama dari satu generasi memerintah dalam satu priode pemerintahan,jika kita kembali priode datangnya Kiyai Nala ke Lombok tahun 1343 M,dan runtuhnya Kerajaan Pejanggik 1696 M,maka dapat dihitung Kerajaan Pejanggik berkuasa di Lombok bagian tengah selama 1696-1343=353 tahun,dan 353 tahun dibagi oleh delapan Generasi atau tujuh generasi ,karena Kiyai Nala /Aditiyawarman kembali ke Majapahit dan menjadi Raja Damasraya di Hulu Sungai Batang Hari dekat Palembang,maka tiap tiap generasi rata rata memerintah selama 40 sampai 50 tahun.

Dengan melihat hal tersebut di atas berdirinya Pejanggik tahun 1458 M oleh Deneq Mas Dewa Komala Sempopo,yang bercorak Hindu .Pada zaman Deneq Komala Sari ( 1518-1578 M ),Agama islam mulai tersebar di Lombok pada permulaan abad ke 16 sekitar tahun 1506 M ,dengan melihat hal tersebut Islam masuk ke Pejanggik pada masa pemerintahan Deneq Mas Komala Sari,dan pusat Pemerintahan Pejanggik sudah dipindah ke Desa Pejanggik yang Sekarang.Adapun raja raja Pejanggik yang dulu masih beragama hindu mereka tidak memiliki bukti kuburan/makam ,karena mereka pada saat itu masih menggunakan pembakaran mayat/ngaben.Oleh sebab itu jejak tilas yang masih di makam Serewe adalah makam makam dari raja Pejanggik seperti Deneq Mas Komala Sari, Deneq Mas Unda Putih,Deneq Mas Bekem Buta Intan Komala Sari yang sudah memeluk agama islam,dan Maspanji Meraja Komala Sakti dimakamkan di Ujung Karang Asem Bali setelah Pejanggik runtuh tahun 1696 M.

B.BERKEMBANGNYA PEJANGGIK

Kerajaan Pejanggik mengalami perkembangan yang semakin pesat setelah bertahtanya Pemban Mas Meraja Sakti ( 1667-1696 M ). Beliau kawin dengan putri Raden Mas Pamekel (Raja Selaparang) bernama Putri Mas Sekar Kencana Mulya. Dewa Mas Pakel sebagai raja di Selaparang menyadari kekeliruannya selama ini yang terlalu banyak memperhatikan Sumbawa dan melupakan Pejanggik yangmerupakan saudaranya. Selanjutnya raja Selaparang menyerahkan berbagai benda pusaka dalem ke Pejanggik yang merupakan pertanda bahwa Pejanggik menjadi penerus misi pemersatu di Gumi Sasak.Hal ini membuat raja muda Raja Mas Kerta Jagat yang merupakan pengganti selanjutnya di kerajaan Selaparang semakin tersinggung.

Bergabungnya Arya Banjar Getas membuat Pejanggik semakin kuat. Tetapi hal ini justra menyebabkan semakin renggangnya hubungan antara Selaparang-Pejanggik. KerajaanPejanggik pun mempersatukan kerajaan-kerajaan kecil lainnya seperti Langko, Sokong, Bayan, Tempit dan Pujut. Kerajaan lainnya dijadikan kedemungan dengan gelar kerajaan seperti Datu Langko, Datu Sokong, Datu Pujut dan lain-lainnya. Sedangkan raja Pejanggik sendiri memakai gelar yang sama dengan kerajaan Selaparang yaitu Pemban. Semua. itu juga merupakan basil kepiawaian Arya Bonjar Getas dalam menjalankan tugas-tugasnya dalam peperangan. la pun mendapat gelar tanirihan yaitu "Surengrana" dan "Dipati Patinglanga". Secara bertahap, strategi-strategi yang digunakan oleh AryaBanjar Getas adalah sebagai -berikut:

1.Melakukan konsolidasi ke dalam Pejanggik.

2Mengisolir Selaparang dengan mendekati kerajaan-kerajaan keluarga Bayan.

3Menggerogoti kerajaan Selaparang dengan menguasai wilayahseperti Kopang, Langko, Rarang, Suradadi, Masbagik, Dasan Lekong; Padamara, Pancor, Kelayu, Tanjung. Kalijaga, barukemudian masuk ke Selaparang.

Arya Banjar Getas melakukan sebuah strategi konsolidasi dengan menyerahkan keris sebanyak 33 buah kepada raja Pejanggik,lalu mengarak berkeliling dan menyerahkannya kepada para prakanggo untuk kemudian ditukar dengan keris pusaka masing-masing. Penukaran tersebut merupakan suatu bentuk kesetiaan dan loyalitas tunggal kepada raja Pejanggik. Keberhasilan Arya Banjar Getas melakukan berbagai gerakan tersebut langkah demi langkah disebut Politik Rerepeq. Bila ditinjau dari segi kekuasaan, kerajaan Pejanggik sangat solid, akan tetapi langkah-langkah yang ditempuholeh Arya Banjar Getas dianggap merombak tatanan hubungan yang sudah merupakan budaya turun-menurun.Pemban Maspanji Meraja Komala Sakti . Nampaknya beliau lebih banyak berperan sebagai seorang ayah yang baik ketimbang seorang raja yang mampu membawa Pejanggik menjadi kerajaan yang maju. Pemban Maspanji Meraja Komala Sakti  memang banyak memperingatkan putranya (Maspanji Meraja Kusuma) atas ancaman Selaparang karena terlalu kagum dan terpesona, dengan patih Arya Sudarsana yang datang membawa 33 keris sebagai tanda setia dan siap mengabdi untuk kebesaran Pejanggik.

C.RUNTUNYA PEJANGGIK

Pemberontakan Arya Banjar Getas terjadi pada tahun 1692-1696 M, dalam pemberontakan tersebut Arya Banjar Getas meminta bantuan kerajaan Karangasem Bali,pertahanan Pejanggik saat rapuh  tidak kuat, karena Patih Banjar Getas dan semua pasukan yang loyal kepada Banjar Getas membelot,Pejanggik dirongrong dari dalam negeri sendiri,keadaan Pejanggik pecah menjadi dua bagian yaitu :

1-Pasukan yang masih setia kepada Raja Pejanggik Maspanji Meraja Komala Sakti.
2-Pasukan yang membelot kepada Patih Banjar Getas

Hal tersebut menjadikan Pejanggik lemah,dan dari luar mereka diserang oleh Pasukan Banjar Getas dan pasukan Karang Asem,dari dalam Pejanggik diporak porandakan oleh pasukan yang pro kepada Banjar Getas,sehinggga pertempuran terjadi selama 4 tahun ( 1692-1696 ),pada akhirnya Pejanggik mengalami kekalahan di tahun 1696 M . Raja Pejanggik Maspanji Meraja Komala Sakti ditawan dan diasingkan ke Bali , kemudian meninggal dunia di Ujung Karangasem. Sedangkan para bangsawan banyak yang melarikan diri ke Sumbawa diantaranya Maspanji Meraja Kusuma dan membentuk Desa Jelenge di Kecamatan Jereweh Sumbawa,dan adiknya Maspanji Meraja Komala Sakti yaitu Maspanji Komala Patria mengungsi ke Penenges Batu Dendeng ,dan dari pernikahannya dengan putri Deneq Laki Ukir seorang Patih Kerajaan Pejanggik lahirlah Maspanji Turu di Kateng Lombok Tengah . Penyerangan Karangasem bukan hanya ke Pejanggik tetapi terus dilanjutkan ke kerajaan Parwa, Sokong, Langko, dan Bayan. Semua kerajaan menyerah tanpa perlawanan yang berarti.Setelah Anak Agung Karangasem bersekutu dengan Arya Banjar Getas, satu persatu kedemungan se-Lombok digempur. Akhirnya pada tahun 1740 M seluruh pulau Lombok dapat ditaklukkan.

1 komentar:

  1. https://kokonatsutrrrrrrrrrrrrr.blogspot.co.id/2017/12/keliru-kebiasaan-makan-buah-seperti-ini.html
    https://kokonatsutrrrrrrrrrrrrr.blogspot.co.id/2017/12/kasihan-pada-orang-tua-bocah-pengidap.html
    https://kokonatsutrrrrrrrrrrrrr.blogspot.co.id/2017/12/waspada-5-makanan-ini-justru-bikin.html

    Taipan Indonesia | Taipan Asia | Bandar Taipan | BandarQ Online
    SITUS JUDI KARTU ONLINE EKSKLUSIF UNTUK PARA BOS-BOS
    Kami tantang para bos semua yang suka bermain kartu
    dengan kemungkinan menang sangat besar.
    Dengan minimal Deposit hanya Rp 20.000,-
    Cukup Dengan 1 user ID sudah bisa bermain 7 Games.
    • AduQ
    • BandarQ
    • Capsa
    • Domino99
    • Poker
    • Bandarpoker.
    • Sakong
    Kami juga akan memudahkan anda untuk pembuatan ID dengan registrasi secara gratis.
    Untuk proses DEPO & WITHDRAW langsung ditangani oleh
    customer service kami yang profesional dan ramah.
    NO SYSTEM ROBOT!!! 100 % PLAYER Vs PLAYER
    Anda Juga Dapat Memainkannya Via Android / IPhone / IPad
    Untuk info lebih jelas silahkan hubungi CS kami-Online 24jam !!
    • FaceBook : @TaipanQQinfo
    • WA :+62 813 8217 0873
    • BB : D60E4A61
    Come & Join Us!!

    BalasHapus